Kamis, 18 Desember 2014

ORGANISASI PEMASARAN DAN PROMOSI PERPUSTAKAAN



1.1  Latar Belakang
Perpustakaan telah memberi konotasi tentang adanya aktivitas peminjaman dan pengembalian materi perpustakaan. Kebanyakan, apa yang dipinjamkan dan dikembalikan adalah berupa buku-buku, sedangkan materi perpustakaan yang lain seperti majalah, surat bakar, bentuk mikro, hanya boleh dibaca di perpustakaan saja.  Perpustakaan dapat dikatakan sebagai suatu lembaga yang membantu Orang-orang datang untuk memanfaatkan jasanya. Menurut pengertian ini, perpustakaan tidak dimaksudkan sebagai lembaga yang ingin mencapai tujuan laba, tetapi lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Walaupun perpustakaan sebagai organisasi yang “nirlaba” dalam hal melayani masyarakat pembaca atau pencari informasi, perpustakaan juga perlu menerapkan falsafah dan prinsip-prinsip pemasaran yang modern agar dapat mencapai tujuan organisasional dengan baik.
Pemasaran di perpustakaan tidak memasarkan produk barang, tapi produk jasa, dalam hal ini adalah jasa informasi. Perpustakaan memiliki kekayaan yang bisa dipasarkan guna kepentingan user/pemakai perpustakaan. Koleksi buku-buku baru, jurnal majalah, dokumen, kliping, jasa layanan peminjaman, jasa layanan penelusuran. Kesemuanya itu merupakan komoditi yang patut dipertimbangkan bagaimana cara memasarkannya. Maka bukan hal yang berlebihan bila pemasaran jasa informasi di perpustakaan perlu dibicarakan.
Informasi punya relevansi yang sangat tinggi dalam proses pengambilan keputusan. Setiap individu membutuhkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Bagaimana perpustakaan mengoptimalkan Iayanannya bagi para pemburu informasi? Sebab tidak semua orang menyadari bahwa informasi dapat diperoleh di perpustakaan.


1.2  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana proses penyusunan organisasi pemasaran di perpustakaan?
2.     Bagaimana peran organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan perpustakaan?

1.3 Tujuan
1.     Untuk mengetahui proses penyusunan organisasi pemasaran di perpustakaan?
2.     Untuk mengetahui peran organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan perpustakaan?


Aspek Organisasi Pemasaran
1.      Pengertian Organisasi
Menurut Stephen P. Robbins (1993), organisasi adalah unit sosial yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dikoordinasikan untuk mencapai sejumlah tujuan. Menurut James D. Money (1977), organisasi merupakan setiap kerja sama manusia untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Dwight Waldo (1953), organisai adalah struktur antarhubungan pribadi yang berdasarkan atas wewenang format dan kebiasaan-kebiasaan di dalam suatu sistem administrasi (Roharjo,1996).
2.      Pengertian Organisasi Pemasaran
Untuk mengetahui apa itu organisasi pemasaran, kita perlu meninjau aspek organisasi pemasaran. Dengan mengetahui aspek organisasi pemasaran kita dapat memahami apa organisasi pemasaran itu sebenarnya.
Organisasi pemasaran adalah pola hubungan kerja antara dua orang atau lebih dalam susunan hierarki dan pertanggungjawaban untuk mencapai tujuan di bidang..pemasaran.  Menurut Peter Drucker mendefinisikan organisasi pemasaran adalah organisai yang memahami kebutuhan dan keinginan para pembeli, dan secara efektif mampu mengkombinasikan serta mengarahkan keterampilan dan sumber daya ke semua bagian organisasi dalam rangka memberikan kepuasan maksimal kepada konsumennya(Roharjo,1996).

Syarat – Syarat Organisasi Pemasaran
Organisasi pemasaran memerlukan syarat-syarat yang efektif agar kegiatan pemasaran menjadi efektif dan efesien. Persyaratan itu adalah:
  1. Jangkauan pengendalian (Span of control), adalah kemampuan seorang atasan megendalikan bawahanya. Span of control dapat dipengeruhi oleh tingkat pendidikan atasan dan bawahan, Level dari manajemen tersebut, ruang lingkup dan jenis pekerjaan rutin tidaknya pekerjaan yang ada serta pengalaman dari atasan ke bawahan jadi seorang pemimpin perpustakaan harus mempunyai pengetahuan dan skil yang tinggi bisa melalui pendidikan formal dan pengalaman serta kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan bawahan agar dapat mengendaliakan bawahan secara bijak(Sofjan, 2002:298).
  2. Koordinasi, yaitu kesatuan pengarahan dan kesatuan perintah sehingga kegiatan yang dilakukan dapat sesuai dengan tujuan. Koordinasi ini dapat terjadi bila memiliki tujuan policy dan prosedur kerja, perencanaan, ketentuan atau peraturan dan saling kerja sama(Sofjan, 2002:298).
  3. Kesepadanan wewenag dan tanggung jawab setiap penjabad dalam pemasaran mempunyai tugas dan tanggung jawab, untuk melaksanakan tugas dan pertanggung jawaban tersebut, pejabat tersebut hendaknya diberi wewenag yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabya. Hendaklah dijaga jangan sampai terjadi tanggung jawab yang dimintakan dari seorang penjabat lebih besar dari wewenang yang diberiakan kepanya. Misalnya seorang teknisi perpustakaan diberikan pekerjaan yang bersifat teknis, bila orang tersebut diberi wewenang dan tanggung jawab yang melebihi tersebut kemungkinan organisasi tidak akan berjalan dengan efektif karena tidak sesuai dengan kemempuan(Sofjan, 2002:298).
  4. Kelengkapan (complementary), yaitu semua kegiatan yang perlu ada dalam bidang pemasaran hendaklah tercangkup. Tidak ada suatu kegiatan yang harus ada, tidak tercangkup dalam bidang yang disusun dalam organisasi dalam pemasaran itu, sehingga semua kegiatan harus jelas penaggungjawab pelaksanaanya(Sofjan, 2002:298).
  5. Tidak terdapat tumpang tindih atau duplikasi (over lapping) tugas dan tanggung jawab. Adanya hal ini dalam suatu organisasi dapat menimbulkan kekaburan tugas dan tanggung jawab. Kekaburan tugas dapat menimbulkan pergeseran atau pengalihan pertanggung jawaban(Sofjan, 2002:298).
  6.   Internal control, yaitu terciptanya suatu sistem saling mengawasi dengan memisahkan antara yang melaksanakan dengan mengontorisasi dan membukukan. Misalnya terdapat internal control, bila yang mengeluarkan tidak sekaligus sebagai orang yang mengontrisasi pengeluaran uang tersebut dan pencatatan dalam pembukuan. Demikian pula terdapat dalam internal control bila yang mengeluarkan barang dari gudang atau yang menyimpan barang bukan orang yang dapat mengontrolisasi pengeluaran barang dan pencatatan dalam pembukaan(Sofjan, 2002:299).
  7. Kelanggengan (continuity) organisasi, yaitu usaha untuk menjaga agar organisasi yang disusun tidak untuk suatu priode tertentu dalam jangka  pendek tetapi suatu masa yang lebih pajang dapat dipertahankan. sehingga bila diperlukan penyesuaian jika kondisi yang berubah, cukup dilakukan dengan mengadakan penyempurnaan di bagian-bagian tertentu saja tidak keseluruahan organisasi. untuk dapat dilakukan penyesuaian tersebut, maka organisai itu hendaklah mempunyai fleksibelitas(Sofjan, 2002:299).

2.1  Proses Penyusunan Organisasi Pemasaran Perpustakaan
Perpustakaan membuat tujuan pemasaran perpustakaan dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan dalam suatu perpustakaan berupa target dan anggaran. Target yang akan dicapai merupakan tujuan dalam bidang pemasaran yaitu mendorong minat masyarakat mencari informasi di perpustakaan. Dalam rangka mencapai tujuan pimpinan harus menganalisa situasi dan kondisi pemasaran yang dihadapinya, untuk dapat menetapakan srategi pemasaran yang direncanakanya secara tepat. Tugas pimpinan adalah merencanakan strategi pemasaran yang mencangkup strategi produk, harga, distribusi, dan pemasaran, sehingga strategi tersebut dapat selaras dan terarah mencapai target. Pimpinan bertugas mengatur dan mengarahkan pelaksanaan recana strategi dan pengawasanya. Pelaksanaan tugas pimpinan sangat didukung dari organisasi. Dalam hal ini perpustakaan menjalankan product mix polices, dan strategi lainya seperti strategi harga, dan promosi haruslah menunjang pelaksanaan strategi atas, agar target pasar yang ditetapkan dapat dicapai. Dari target pasar yang ditetapkan maka target tersebut dipecah-pecah menjadi target wilayah yang mengorganisir tenaga yang ada untuk mencapai target wilayah tersebut. Untuk memungkinkan pimpinan dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, maka dibutuhkan data/Informasi dari para pakar dan data-data perpustakaan, pimpinan dapat megambil keputusan yang objektif(Sofjan, 2002:292).
Sebagian besar informasi yang dibutuhkan dalam bidang pemasaran berada di pasar setelah itu penetapan tugas dan pemberian wewenang untuk melaksanakan kegiatan pemasaran. Penentuan tugas dan wewenang baru dilakukan jika kita telah menetuka secara rinci pekerjaan apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan kegitatan pemasaran. Setelah itu pekerjaan tersebut dikelompokan kedalam sekelompok pekerjaan yang hampir sama untuk diberikan wewenang yang dibutuhkan bagi pelaksanaan pekerjaanya. Selanjutnya adalah kelompok pekerjaan ini dikemplokan lagi dalam seksi, atau bagian orang yang melaksanakan kegiatan di seksi bagian tersebut(Sofjan, 2002:293).

Informasi pemasaran dan Program keputusan
Organisasi pemasaran
Tujuan
Komunikasi implementasi

Rencana tujuan organisasi, tujuan pemasaran, strategi pemasaran


Kontrol perbandingan umpan balik
Dengan
rencana aksi perbaikan

.     Struktur Organisasi Pemasaran
Penyusunan organisasi adalah untuk membedakan suatu tugas dengan tugas lainya sehingga diperoleh efesiensi yang lebih besar karena dimungkinkanya setiap individu menspesialisasi dirinya. Alasan kedua yaitu untuk dimungkinkan dilakukanya koordinasi atas usaha-usaha dan atas tenaga yang ada, sehingga usaha pengembangan pemasaran dapat efektif karena koordinasinya berada pada satu tangan. Alasan ketiga adalah untuk menentukan pembatasan tangggung jawab dan wewenang yang dibutuhkan oleh tenaga-tenaga yang ada untuk melakukan tugas-tugasnya. Alasan keempat adalah sebagai alat untuk menyonkong strategi perusahaan secara keseluruhan. Karena organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Organisasi penyongkong dari strategi pemasaran dalam usaha mencapai tujuan perusahaan untuk tercapainya tujuan organisasi. Penyusunan organisasi pemasaran perlu memperhatikan beberapa determinan yang penting yaitu: objective, falsafah, sikap terhadap pemasaran, jenis dan jumlah produk dan sifat persaingan(Sofjan, 2002:296). 

Bagan Organisasi Pemasaran yang Berorientasi Pada Produk
2.5 Bagan Organisasi Pemasaran Yang berorientasi pada Fungsi
Struktur Organisasi Pemasaran

2.2   Peran Organisasi Pemasaran Dalam Mencapai Tujuan Perpustakaan
Pemasaran adalah suatu usaha menawarkan dan mendekatkan produk kepada kosumen yang terjadi berdasarkan asas pertukaran. Pemasaran jasa Perpustakaan dapat diartikan sebagai upaya mendekatkan dan mempromosikan jasa yang diselenggarakan perpustakaan demi kepentingan pengguna serta untuk meningkatkan keefektifan informasi yang dimiliki Perpustakaan. Keberhasilan pemasaran jasa perpustakaan di tentukan oleh pengelola perpustakaan dalam memberikan jasa oleh pengguna yang mengakui bahwa jasa perpustakaan dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan mereka (Santoso, 2007).
Pemasaran sangat relevan dengan masalah-masalah dan tantangan-tantangan organisasi nir-laba. Tetapi keadanyan adalah perpustakaan perguruan tinggi adalah bukan sebuah lembaga yang menghasilkan keuntungan finalsial dari jasa dan produk yang dilayankannya seperti layaknya sebuah perpustakaan. Namun demikian perpustakaan harus membuat seluruh masyarakat umum (terutama civitas akademika) mengetahui apa yang ada di perpustakaan dan kemudian dibujuk untuk “membeli” atau bahkan “memborong” semua jasa yang tersedia. Apa gunanya? Apa untungnya kalau perpustakaan perguruan tinggi kemudian menjadi populer? Pertanyaan ini selalu muncul setiap kali perpustakaan diajak untuk berpromosi. Berikut adalah alasan (kalaupun bukan keuntungan) mengapa perpustakaan perguruan tinggi harus dipasarkan. Pertama, perpustakaan perguruan tinggi adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang paling terkelola dan terpilih dan paling dapat dipertanggung jawabkan. Sementara itu masyarakat kususnya civitas akademika dalam hidupnya dituntut untuk selalu memiliki ilmu dan pengetahuan, baik untuk kebutuhan kerja, pengambilan keputusan atau perluasan wawasan saja. Untuk itu perpustakaan harus berusaha memberitahu masyarakat bahwa ilmu dan pengetahuan yang mereka butuhkan tersedia dengan lengkap dan terjamin kualitasnya serta dengan mudah dan murah dapat diakses di perpustakaan. Kedua, kegiatan penyediaan ilmu dan pengetahuan, mulai dari kegiatan pengumpulan, penyeleksian, pengolahan sampai layanan adalah kegiatan yang sulit, lama dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyediaan ini menuntut sebuah tanggung jawab dan kompetensi yang sangat tinggi agar ilmu dan pengetahuan yang terkemas dalam berbagai macam media dapat tersaji dan tertata untuk langsung dimanfaatkan. Maka akan menjadi sebuah kegiatan yang sia-sia dan terbuang percuma ketika semua usaha ini tidak pernah disentuh, bahkan dimanfaatkan oleh siapapun. Ketiga, masyarakat umum dan pemanfaat tetap jasa perpustakaan harus mengetahui dan mengenal siapa orang-orang yang mampu membuat ilmu dan pengetahuan yang bertebaran dimana-mana, dapat terkumpul dan tersaji dengan sangat akurat di sebuah wadah siap untuk dieksplorasi. Dengan pengenalan ini maka masyarakat akan mengenal dengan benar setiap peran dan fungsi dari setiap orang yang terlibat di dalam pengelolaan ilmu dan pengetahuan di perpustakaan, mulai dari petugas penjaga tas, petugas sirkulasi, manajer layanan, sampai ke ‘dapur’ dimana ahli pengembangan koleksi pustaka memulai semuanya. Dengan begitu tidak lagi orang secara sembarangan menamai siapapun lanjut.Maka semua orang yang berkarya mengelola pengetahuan mendapat citra yang benar(Santoso, 2007)
Dengan segala kegiatan yang ada di perpusustakaan, yang kita tahu perpustakaan adalah sebuah lembaga yang nir-laba, sebuah lembaga yang yang memberikan jasa dan barang kepada konsumen tetapi tidak menghasilkan keuntungan. Yang menjadi pertanyaan kita dari mana modal yang didapatkan oleh perpustakaan?. Dengan dukungan dana yang diberikan oleh perguruan tinggi, Perpustakaan menyediakan koleksi dan jasa layanan yang kemudian ditawarkan kepada civitas akademi. Perpustakaan menerima anggaran dari lembaga induknya yang sebagian besar berasal dari biaya pendidikan penerimaan dari mahasiswa. Meskipun sudah ada ada kepastian bahwa dan akan tetap kita terima, selama Perpustakaan tidak menyimpang dari kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh lembaga induknya, orientasi pemasaran menuntut Perpustakaan untuk selalu menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Koleksi dan jasa layanan yang bermutu (dari segi pengguna) akan meningkatkan pemanfaatan Perpustakaan menjadi tolak ukur keberhasilan Perpustakaan secara keseluruhan dan inilah yang menjadi tujuan utama organisasi. Selain itu dalam mencapai tujuan organisasi pemasaran di perpustakaan yaitu dilihat dari analisis, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pengendalian program-program yang telah dirumuskan secara seksama(Santoso, 2007).

 
BAB III
PROMOSI PERPUSTAKAN

3.1  Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan suatu instansi dalam memperkenalkan barang dan jasanya kepada masyarakat luas yang bertujuan agar produk dan jasanya dapat dikenal dan digunakan oleh masyarakat, begitu juga pada perpustakaan. Perpustakaan dituntut untuk dapat  memperkenalkan informasi dan jasa yang mereka memiliki agar masyarakat dapat memanfaatkan jasa perpustakaan. Menurut Joice dalam (Syahid, 1989). promosi perpustakaan adalah kegiatan komunikasi pangan pemakai (users) maupun pemakai yang belum memanfaatkan perpustakaan (non users). Dengan adanya promosi perpustakaan, pustakawan dapat mengenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi, dan jenis layanan perpustakaan(Sigit, 1976).

3.1  Tujuan Promosi
Tujuan promosi perpustakaan adalah memperkenalkan perpustakaan, koleksi, jenis layanan dan manfaat yang dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan. Dengan adanya peromosi diharapkan masyarakat mengetahui pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan.  Sudariah nasution menyatakan bahwa tujuan promosi perpustakaan adalah meningkatkan minat baca serta menambah jumlah orang yang gemar membaca agar koleksi perpustakaan dimanfaatkan semaksimal mungkin (Mustafa,1996:20).
Promosi perpustakaan adalah aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemakai perpustakaan secara lebih terperinci, tujuan promosi perpustakaan adalah:
  1. Memperkenalkan pentingnya perpustakaan kepada masyarakat.
  2. Meningkatkan minat baca dan mendorong masyarakat menggunakan fasilitas secara maksimal.
  3. Memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan.
  4. Mendorong masyarakat agar mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan perpustakaan.
  5. Menimbulkan kesan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunkan perpustakaan.
 Menurut Edsall dalam (Mustafa, 1996:20) tujuan promosi perpustakaan adalah:
1.     Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pelayanan perpustakaan.
2.     Mendorong minat masyarakat agar menggunkan perpustakaan.
3.     Mengembangankan pengertian masyarakat agar mendukung kegiatan perpustakaan dan peranaya dalam masyarakat.
Blaise Cronin berkata bahwa dengan pemasaran dan promosi yang baik ada tiga hal yang perlu dilakukan menambah kepuasan pemakai, merperkuat atau memperlancar bertambahnya dana dan meningkatkan kepuasan pengguna(Mustafa, 1996:20).

3.3  Cara-Cara Promosi
Dalam pelakasaaan promosi harus dierhatikan pasar yang menjadi  sasaran. Di dalam kegiatan promosi saluran komunikasi adalah garda dalam promosi. Penyampaian berita juga berpengaruh dalam promosi. Oleh karena itu dalam melakasanakan kegiatan promosi perpustakaan perlu dibuat program secara baik dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.     Menetapakan sasaran dan prioritas.
2.     Mentukan prosedur dan tindakan .
3.     Penyusunan rencana kerja(Syahid, 1989).
Menurut Usherword dalam (Mustofa, 1996:27) di dalam melakukan promosi pustakawan perlu mengetahui prasangka masyarakat dan pelayana perpustakaan ada enam daya tarik untuk melakukan promosi perpustakaan yaitu:
1.     Daya tarik sosial. Sesungguhnya semua orang perlu menggunakan perpustakaan.
2.     Daya tarik prestis. Semua orang yang terbaik menggunakan perpustakaan
3.     Daya tarik pertahana hidup. Tidak adak orang yang mampu betahan hidup di era modern tampa menggunakan perpustakaan.
4.     Daya tarik kesenangan Penggunaan perpustakaan untuk kesenangan dan waktu senggang.
5.     Daya tarik egomaniak. Pengetahuan dalam kekuatan.
6.     Daya tarik yang menakuti. Bila tidak menggunakan perpustakaan akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan dan pergaulan.
Pemakai perpustakaan terdiri dari berbagai individu yang berbeda mereka juga berbeda dari latar belakang budaya dan pendidikan. Hal ini akan membuat perbedaan reaksi promosi yang disampaikan maka dari itu kita harus menyesuaiakan sesuai dengan kelompok masyarakat tersebut. Berbagai cara promosi yang dilakukan adalah:
a.      Memplubikasikan brosur, poster dan terbitan lainya.
b.     Memamerkan bahan bacaan atau koleksi yang menarik.
c.      Memperdengarkan lagu-lagu dari bahan digital di perpustakaan.
d.     Memutar film atau bahan pandang dengar.
e.      Bercerita tentang isi buku terutama pada anak-anak.
f.      Melakuanan pendidikan pengguna perpustakaan.
g.     Memeberikan informasi kegitan perpustakaan dan bahan pustaka terbaru
h.     Menciptakan suasana dan lingkunganya perpustakaan yang nyaman, indah, menyenangkan dan aman (Mustafa, 1996:27).


BAB IV
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.     Perpustakaan membuat tujuan pemasaran perpustakaan, untuk dapat menetapakan srategi pemasaran yang direncanakanya mencangkup strategi produk, harga, distribusi, dan pemasaran, sehingga strategi tersebut dapat selaras dan terarah mencapai target. Pelaksanaan tugas pimpinan sangat didukung dari organisasi. Dari target pasar yang ditetapkan maka target tersebut dipecah-pecah menjadi target wilayah yang mengorganisir tenaga. Untuk memungkinkan pimpinan dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, maka dibutuhkan data/Informasi dari para pakar dan data-data perpustakaan, pimpinan dapat megambil keputusan yang objektif. Penentuan tugas dan wewenang baru dilakukan jika kita telah menetuka secara rinci pekerjaan apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan kegitatan pemasaran.
2.     Organisasi pemasaran di perpustakaan berperan dalam memasarkan, menganalisis, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pengendalikan program-program yang telah dirumuskan secara seksama. Sehingga Pemasaran Koleksi dan jasa layanan yang bermutu akan meningkatkan pemanfaatan Perpustakaan dan menjadi tolak ukur keberhasilan Perpustakaan. Keberhasilan pemasaran jasa Perpustakaan di tentukan oleh pengelola Perpustakaan dalam memberikan jasa oleh pengguna yang mengakui bahwa jasa Perpustakaan dapat memenuhi dan memuaskan kebutuan mereka. Dengan pengenalan ini maka masyarakat akan mengenal dengan benar setiap peran dan fungsi dari setiap orang yang terlibat di dalam pengelolaan ilmu dan pengetahuan di perpustakaan.



Daftar Rujukan

Assarji, Sofjan. 2002. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep, dan Strategi. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Hal 298-300
Mustafa, Badollahi.1996. Materi Pokok Promosi Jasa Perpustakaan. Universitas Terbuka: Jakarta. Hal 20-27
Santoso, Budhi. 2009. Pemasaran dan Promosi Perpustakaan, (Online), (http://pustaka.uns.ac.id /?opt=1001&menu=news&option=detail&nid=147), diakses pada 5 September 2014
Sigit, Soehardi. 1976. Marketing Praktis. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Syahid, Nur.  1989.  Strategi Pemasaran Jasa Perpustakaan Perguruan Tinggi, (Online), http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1745/1/06012423.pdf diakses pada 28 Agustus 2014
Raharjo, Arlina Imam. 1996. Strategi Pemasaran Jasa, (Online), http://pemasaran.wikispaces.com/file/view/strategi+pemasaran+jasa.pdf diakses pada 28 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar