Kamis, 18 Desember 2014

ORGANISASI PEMASARAN DAN PROMOSI PERPUSTAKAAN



1.1  Latar Belakang
Perpustakaan telah memberi konotasi tentang adanya aktivitas peminjaman dan pengembalian materi perpustakaan. Kebanyakan, apa yang dipinjamkan dan dikembalikan adalah berupa buku-buku, sedangkan materi perpustakaan yang lain seperti majalah, surat bakar, bentuk mikro, hanya boleh dibaca di perpustakaan saja.  Perpustakaan dapat dikatakan sebagai suatu lembaga yang membantu Orang-orang datang untuk memanfaatkan jasanya. Menurut pengertian ini, perpustakaan tidak dimaksudkan sebagai lembaga yang ingin mencapai tujuan laba, tetapi lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

PENINGKATAN PERPUSTAKAAN PKK SEBAGAI EMBRIO KESEJAHTERAAN KELUARGA



­­­­­­­­­­­ PENINGKATAN PERPUSTAKAAN PKK SEBAGAI
EMBRIO KESEJAHTERAAN KELUARGA

Oleh
Agnia Yulia Vanda
Woro Abidah
Mahasiswa Program Studi D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang

Abstrak: Seiring perkembangan zaman, tugas seorang ibu menjadi semakin berat. Tidak sekedar melayani suami, mengelola rumah tangga dan mendidik anak, namun juga harus selalu meningkatkan diri dengan menambah wawasan dan ketrampilan. Untuk itu, perlu adanya peningkatan perpustakaan PKK di lingkungan komunitas terkecil.

Implementasi Automasi Perpustakaan di Sekolah



Perpustakaan sekolah adalah jantung dari sekolah maka dari itu agar lembaga pendidikan ini berjalan dengan baik pengolahan perpustakaan sekolah perlu diperhatikan, karena dengan pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat menata aspek di perpustakaan mulai dari pengklasifikasian sampai dengan pelaporan  agar lebih sistematis dan efektif. 
            Seiring berjalanya waktu bahan pustaka semakin banyak dan semakin rumit pengelolahanya. Pengelolahan perpustakaan secara manual bayak menghabiskan waktu dan tenaga terutama bagi pustakawan,

NORMALISASI DAN ORGANISASI DATA



2.1 Pengertian Normalisasi
Definisi Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun data dengan model data relasional dan secara umum lebih tepat di koneksikan dengan data model logical. Normalisasi adalah proses pengelompokan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka, sehingga terwujud satu bentuk basis data yang mudah untuk di modifikasi.
            Normalisasi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi tabel kelompok atribut yang memiliki ketergantungan sangat tinggi antara satu atribut dengan aribut lainnya.

SEJARAH BAHAN PUSTAKA DARI SEBELUM DIKETEMUKANYA KERTAS SAMPAI DIKETEMUKAN KERTAS DAN PELESTARIANYA



1.1.Latar Belakang

Bahan Pustaka adalah subuah peninggalan budaya yang sampai sekarang sangat dibutuhkan. Bahan pustaka sangat akrab di kehidupan manusia terutama kertas. Kertas dengan segala tampilannya hampir dapat dikatakan sulit untuk dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahan Pustaka kuno pada umumnya berbentuk bahan tulisan tangan sehingga Bahan Pustaka memuat cerita yang lebih lengkap dan lebih panjang dan bersifat anonim serta tidak berangka tahun. Banyak orang yang belum tahu tentang bahan pustaka misalnaya sejarah bahan pustaka, proses pembuatan, serta perkembangan penggunaan bahan pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 491), kertas adalah barang lembaran dibuat dari bubur rumput, jerami, kayu, dan sebagainya, yang biasa ditulisi atau untuk pembungkus, dan sebagainya.

Jumat, 09 Mei 2014



Tata Ruang Perpustakaan

            Sistem perpustakaan ini menggunakan sistem terbuka sehingga pengunjung perpustakaan dapat lebih leluasa dalam menggunakan fasilitas perpustakaan dan memudakan pencarian bahan perpustakaan tampa bantuan pustakawan dalam pencarian bahan pustaka.
1.     Meja Presensi
Meja yang digunakan untuk presensi, meja ini menggunakan barcode reader sehingga pengguna hanya perplu menscan kartu pengguna.
2.     Ruang sirkulasi
Ruang sirkulasi berisi rak, Komputer, lemari, arsip, kursi dan meja.
Ruang sirkulasi mengfasilitasi kegiatan peminjaman, pengemabalian, perpanjangan  denda dan mendata kegitan di perpustakaan.
3.     Ruang Display
Ruang karya anak berisi karya peserta didik yang terpilih baik dari kegitan perpustakaan maupun bukan kegitan perpustakaan. Ditempatkan didepan perpustakaan agar untuk menarik minat peserta didik berkunjung di perpustakaan dengan adanya karya mereka peserta didik  akanmerasa emiliki perpustakaan tersebut. Ruangan ini terbuat dari kaca transparant dari setiap sisinya.
4.     Mading digital
Mading ini seperti madding cetak pada umumya namuan madding ini di ubah dalam bentuk digital dan ditambahakan animasi sehingga lebih terlihat menarik. Mading ini berbentuk lingkaran dan tinginya disesuaikan dengan jarak mata peserta didik pada umumnya.
5.     Papan Pamer
Papan Pamer berisi daftar buku-buku baru di perpustakaan beserta gambar cover tersebut yang dipajang kedua sisi papan  agar terlihat dari dalam dan dari luar perpustakaan. Sehingga menarik peserta didik agar mau berkunjung ke perpustakaan.
6.     Papan pengumuman
Papan pengumuman berisi pengumuman kegiatan di perpustakaan yang dipajang kedua sisi papan  agar terlihat dari dalam dan dari luar perpustakaan.
7.     Rak Koran dan Klipng
Beserta Koran dan kliping yang dibuat peserta didik.
8.     Kursi santai
Kursi santa iberbentuk sofa cocok untuk bahan pustaka yang ringan dan bersifat hiburan misalnya majalah.
9.     Rak referensi
Rak referensi berisi bahan pustaka sebagai refensi bahan pustaka pokok misalnya kamus.
10.  Rak Serial
Rak serial berisi bahan - bahan serial yang bersifat hiburan dan ringan misalnya majalah.
11.  Opac
Opac dilitakan di depan pintu masuk diharapkan agar sisiwa cepat mendapatkan sumber informasi sebelum melakukan pencarian di rak.
12.   Ruang staf
Ruang staf berisi kegiatan dalam pengolahan perpustakaan mulai dari kegiatan pengaaan, pengolahan bahan pustaka, sampai pendisplaian bahan pustaka. Berisi sarana dan prasarana dalam pengelolahan perpustakaan.
13.  Meja mandiri
Meja mandiri di desain untuk peserta didik yang mempunyai sifat belajarnya dengan suasana yang sunyi dan sendiri.
14.  Tempat internet gratis
Mengfasilitasi peserta didik mengakses informasi berasal dari internet. Dan dapat mengerjakan tuga melalui fasilitas yang tersedia.
15.  Rak
Berisi bahan pustaka yang berisi bahan cetak maupun non cetak sesuai dengan nomer klasifikasinya dan jenis bahan pustaka bedsarkan bentuknya.
16.  Meja diskusi
Meja diskusi menfasilitasi peserta didik yang mempunyai sifat belajar dengan berdiskusi. Meja ini sering digunakan dalam pembelajaran yang berkelompok.
17.  Meja pengembalian buku
Meja yang diguanakan untuk mengembaliakn buku yang sudah dibaca.
18.  Ruang multimedia
Ruang multimedia mengfasilitasi kegiatan multimedia misalnya nonton video, mendengarkan musik dll. Ruangan ini juga dapat diguanakn dengan kegitan story telling. Ruangan ini berisi TV, layar, DVD, radio, rak bahan pusaka non cetak, bahan pustaka noncetak misalya DVD, Kaset, dan lain-lain.