Perpustakaan sekolah
adalah jantung dari sekolah maka dari itu agar lembaga pendidikan ini berjalan
dengan baik pengolahan perpustakaan sekolah perlu diperhatikan, karena dengan
pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat menata aspek di perpustakaan mulai dari
pengklasifikasian sampai dengan pelaporan
agar lebih sistematis dan efektif.
Seiring
berjalanya waktu bahan pustaka semakin banyak dan semakin rumit pengelolahanya.
Pengelolahan perpustakaan secara manual bayak menghabiskan waktu dan tenaga
terutama bagi pustakawan,
waktu dan tenga mereka habis dengan pekerjaan
rutinya, akibatnya banyak pekrjaan lain yang tidak dilakukan oleh pustakawan
dan banyak pengeluaran bagi perpustakaan manual misaalnya biaya untuk tinta,
kertas,dan pegawai.
Artikel
ini disusun agar dapat memberi solusi masalah yang dihadapi dalam pegelolahan
perpustakaan sekolah secara maual dengan cara automasi perpustakaan sekolah.
Artikel ini akan membahas tentang pengertian automasi perpustakaan sekolah,
tujuan dan manfaat, infrastruktur perpustakaan, Sumber daya manusia yang
menangani automasi.
Automasi
Perpustakaan
Automasi perpustakaan atau library Automation Siystem adalah software perpustakaan
yang merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik
pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem automasi perpustakaan yang baik
adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka,
pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem
sirkulasi, keanggotaan, pengaturan hak akses keanggotaan, pengaturan denda
keterlambatan pengembalian, sistem booking,
dan sistem reporting aktifitas
perpustakaan dengan berbagai parameter pilihan yang dilengkapi dengan barcoding, dan mekanisme pengaksesan
data berbasis web dan internet. yang
beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengautomasikan kegiatan
perpustakaan. Software yang digunakan untuk automasi perpustakaan biasanya menggunakan model “relational
database”(Harmawan, 2008).
Sistem automasi
perpustakaan memisahkan fungsi software kedalam program tersendiri disebut
modul. Modul automasi perpustakaan terdiri dari modul pengadaan, katalogisasi,
sirkulasi, serial, dan Online Public Access Katalog (OPAC). Sistem Automasi
Perpustakaan di Indonesia pada umumnya mempunyai tiga modul yaitu katalogisasi,
sirkulasi, dan OPAC. Modul – modul tersebut merupakan sistem yang sudah
terintegrasi, sehingga istilah sistem automasi perpustakaan sering disebut
dengan sistem perpustakaan terintegrasi (Harmawan, 2008).
Automasi yang baik untuk perpustakan sekolah yang
baik adalah automasi yang sesuai dengan visi misi dari sekolah tersebut.
Automasi sekolah biasanya mengunakan perangkat lunak gratis atau opensource
Perangkat lunak ini bisa didapatkan dari internet karena didistribusikan secara
gratis kepada kalangan perpustakaan. Sehigga anggaran perpustakaan dapat
ditekan namun biasanya program ini hanya berkapasitas kecil dan mempunyai
banyak kekuarangan dibandingkan yang bersifat komersial. Automasi sebaiknya
memudahkan pengguna dalam melakukan pengaksesan dan sesuai dengan keinginan,
misalnya untuk perpustakaan sekolah dasar proses temu kembalinya lebih
sederhana dari pada automasi di perguruan tinggi, banyak gambar dan bahasa yang
mudah mengerti membuat anak senang dan tidak canggung akan peggunaan automasi
di perpustakaan.
II
Tujuan dan Manfaat
Tujuan Automasi Perpustakaan Sekolah.
a.
Memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, dengan automasi
perpustakaan kegiatan menjadi saling berksiambungan antar komputer sehinga
memudahkan dalam temu kembali informasi.
b. Memudahkan
kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan dalam satu data base misalnya
operator administrasi bekerja sama dengan operator penadaan dan pegolaha tampa
harus saling menunggu dan pengawasan lebih tinggi karena automasi perpustakaan
merekam seluruh kegiatanyang ada automasi.
c.
Membantu menghindari
duplikasi kegiatan di perpustakaan, dengan cara ini data yang sudah di entri
dapat secara otomatis ditemukan kembali sehigga tidak perlu bolak bailik di
entri.
d. Memperluas jasa
perpustakaan. Dengan kemudahan yang diberikan oleh automasi perpustakaan
pustakawan sekolah dapat mempunyai waktu luang yang lebih dan dapat melaukan
kegiatan lain misalnya melakukan acara story telling, mengajarkan peserta didik
dalam meggunakan dan merawat bahan pustaka.
e.
Memberi peluang untuk
memasarkan jasa perpustakaan lewat automasi perpustakaan misalnya pemasaran
bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi, kegiatan yang bisa di pstig di dalam
program automasi dll.
f.
Meningkatkan efisiensi, dengan automasi perpustakaan sekolah
beberapa pekerjaan yang dapat memakan waktu yang lama dapat di minimalisan
dengan proses pengautomasi dan penympanan data yang teratur.
Manfaat Automasi Perpustakaan
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan
memberikan manfaat sebagai berikut:
a.
Memudahkan dalam pembuatan katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan automasi harus membuat kartu katalog agar pengguna dapat
menemukan bahan pustaka yang diketahui berdasarkan pengarang, judul dan
menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan. Penggunaan automasi sekolah akan
memudahakan proses pembuatan katalog, penyajian buku bagi pemustaka akan lebih cepat dan efisien.
b. Memudahkan dalam layanan
sirkulasi
Perpustakaan
yang belum menggunakan automasi dalam proses layanan peminjaman dilakukan dengan menggunakan kartu. Pekerjaan
yang harus dilakukan diawali dengan petugas meminta kartu pemustaka, mengambil
kartu pinjam, menulis nomer buku di kartu pinjam, mencabut kartu buku dan
diakhiri dengan mem “file” kartu. Pekerjaan tersebut memakan waktu yang cukup
lama dan cukup rumit. Dengan komputer pekerjaan peminjaman, pengembalian, dan
peminjaman buku dapat dilakukan dengan
cepat dan mudah dengan menyorot “barcode” kartu kemudian menyorot “barcode”
buku kemudian secara automasi akan terjadi transaksi selanjutnya memberikan cap
tanggal atau struk bukti. Bagi perpustakaan yang sudah maju pengguna dapat melakukan transaksi secara mandiri yang
dinamakan dengan “self service” seperti penerapan ATM dalam layanan Bank.
c.
Memudahkan dalam penelusuran melalui katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan program automasi katalog manual, pengguna dapat akses
melalui tiga pendekatan yaitu judul, pengarang, dan subjek. Automasi
perpustakaan akan memudahkan pengguna dalam menelusur informasi, khususnya
katalog melalui OPAC (Online Public
Access catalog). Pengguna dapat menelusuri suatu judul buku secara
bersamaan dan mereka dapat menelusuri buku dari berbagai pendekatan. Misalnya
melalui judul, kata kunci judul, pengarang, kata kunci pengarang, subjek, kata
kunci subyek dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.
d. Menghemat waktu.
Dengan menggunakan automasi
pekerjaan pustakawan lebih cepat karena pengguna dapat melayani sendri dalam
proses peminjaman, dan pengemblian, Perpanjangan, dan pencarian bahan pustaka.
Putakawan dapat melakukan pekerjaan lain misalnya pengideksan.
e.
Meningkatkan layanan. Dengan menggunakan automasi perpustakaan
layanan diperpustakaan lebih mudah digunakan dan pustakawan dapat melakukan
kegiatan lain untuk meningkatkan layanan.
f.
Memudahkan dalam pembuatan laporan statistik. Laporan dapat dibuat
dengan data-data yang sudah ada dengan menggunkan proses automasi secara
otomatis yang dapat dijadikan statistik.
g. Menghemat biaya. Dengan
menggunakan proses automasi dapat menghemat biaya misalnya biaya kertas dan
biaya tenaga kerja dapat digantikan dengan tenaga komputer.
h. Kepentingan akreditasi.
Dalam akreditasi sekolah perlu penilaian kualitas perpustakaan maka dari itu
perpustakaan perlu tindakan automasi(Hermawan, 2008).
i.
Dapat menjamin pengelolaan
data administrasi perpustakaan.
Dengan adanya automasi
perpustakaan maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan.
Salain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk
ditelusur kembali.
Infrastruktur
Automasi Perpustakaan
Insfrastruktur
automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi untuk memudahkan perpustakaan
dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi meliputi perangkat automasi, data, basis data, pengguna,
manajemen sistem automasi,standar basis data katalog, manual dan jaringan
komputer
Infrstruktur automasi perpustakaan yaitu:
1.
Basis data adalah repretasi kumpulan
fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tampa
pengulangan. (redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Data perlu disimpan dalam basis data utuk keperluan penyediaaan informasi lebih
lanjut. Data dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguana untuk efesiensi waktu menyimpanya (Febrian, 2002:130) Sistem informasi
menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi,
dan mengeluarkan hasilnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data
yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu
ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model
sistem informasi; dengan begitu, kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data
baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya
2.
Data
Data yang dibutuhkan dalam proses automasi perpustakaan sekolah misalnya identitas pengguna berupa kelompok staf, tenaga pengajar, dan peserta didik. identitas bahan pustaka, dan data kegiatan automasi perpustakaan. Agar data dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu proses pengolahan yang memerlukan prosedur, alat-alat, dan waktu. Prosedur pengolahan data melalui faset-faset pengumpulan, pemasukan, perhitungan-perhitungan sampai pada pembuatan laporan/ informasi yang diinginkan. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan komputer, maka data mudah dikomunikasikan dengan cepat dari satu komputer kekomputer lain seluruh dunia, komunikasi data ini sekarang telah menjadi suatu kegiatan dan kehidupan masarakat informasi yang dapat dilakukan setiap saat(Lasa, 2009;116).
Data yang dibutuhkan dalam proses automasi perpustakaan sekolah misalnya identitas pengguna berupa kelompok staf, tenaga pengajar, dan peserta didik. identitas bahan pustaka, dan data kegiatan automasi perpustakaan. Agar data dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu proses pengolahan yang memerlukan prosedur, alat-alat, dan waktu. Prosedur pengolahan data melalui faset-faset pengumpulan, pemasukan, perhitungan-perhitungan sampai pada pembuatan laporan/ informasi yang diinginkan. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan komputer, maka data mudah dikomunikasikan dengan cepat dari satu komputer kekomputer lain seluruh dunia, komunikasi data ini sekarang telah menjadi suatu kegiatan dan kehidupan masarakat informasi yang dapat dilakukan setiap saat(Lasa, 2009;116).
3.
Pengguna automasi yaitu pustakawan,
teknisi, dan anggota perpustakaan. Sebuah sistem automasi tidak terlepas dari
pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai
pengelola sistem. Tugas pustakawan adalah melayanai pengguna dan mengatur
perpustakaan misalnya mengadakan kerja sama atua mengadakan kegiatan- kegiatan
di perpustakaan, Pada sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa
tingkatan.operator atau tenaga teknisi tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu
: Supervisor, Operator Administrasi,
Operator Pengadaan dan Pengolahan, Operator Sirkulasi, Pemustaka adalah orang yang membutuhkan
perpustakaan automasi perpustakan harus memenuhi kebutuhan dari penggunanya
agar tujuan perpustakaan tercapai.
4.
Perangkat automasi perpustakaan adalah
perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses automasi
yaitu perangkat keras dan perangkat lunak.
a.
Perangkat keras adalah sebuah alat yang
dapat menerima dan mengolah data menjai informasi. untuk automasi perangkat
yang dibutuhkan yaitu sebuah komputer
dan alat bantunya seperti Printer, Barcode, Scanner, dll Sebuah komputer sudah
cukup untuk digunakan didalam memulai
proses automasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil. Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti
diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada
pengguna menjadi lancar.
b.
Perangkat Lunak (Software) .
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses. Ada 3 (tiga) cara untuk memperoleh perangkat lunak ini, antara lain :
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses. Ada 3 (tiga) cara untuk memperoleh perangkat lunak ini, antara lain :
1)
Membangun sendiri dengan bantuan seorang developer perangkat lunak. Jika
instansi Anda mempunyai tenaga programer maka langkah pertama ini bisa
dilakukan karena dapat menghemat biaya membeli perangkat lunak automasi.
2)
Menggunakan perangkat lunak gratis atau opensource,. Perangkat lunak terdapat dari
internet karena didistribusikan secara gratis kepada kalangan perpustakaan.
Walaupun gratis perangkat lunak ini masih banyak kekurangan dan masih harus
dimodifikasi lebih lanjut agar memenuhi kebutuhan di tempat kerja.
3)
Membeli perangkat lunak komersial beserta training dan supportnya yang dibangun
oleh pihak ketiga. Perangkat lunak komersial, merupakan hasil riset
pengembangnya dan mudah untuk diimplementasikan karena hanya perlu dilakukan
perubahan fitur sedikit atau tidak sama sekali. Training dan Support selama
beberapa periode waktu juga akan diberikan oleh vendor secara penuh sehingga
pengguna dapat langsung menggunakan tanpa harus bersusah payah lagi. Pilihan
ini dapat dipilih jika terdapat dana untuk membeli perangkat lunak.
Suatu software
dikembangkan melalui suatu pengamatan dari suatu
sistem kerja yang berjalan, untuk menilai
suatu software tentu saja banyak kriteria yang harus diperhatikan (kosasih,
2014).
a.
Manual sebagai penjelasan cara memasang,
menyesuaikan, menjalankan suatu perangkat keras atau perangkat lunak di dalam automasi
perpustakaan.
b.
Jaringan komputer automasi perpustakaan
sekolah dapat melalui internet atau intarnet hal ini di sesuaikan dengan
kebutuhan dan kekuatan dari sekolah tersebut. Semakin laus jaringannya semakin
mudah pengaksesanya namun biayanya semakin tinggi.
c.
Manajemen Sistem Informasi
Penerapan
sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Visensia, 2009).
C.
Standar Basis Data Katalog
Banyaknya perbedaan katalog yang terdapat diberbagai sekolah akibat dari
banyaknya pertukaran bahan puataka yang pegolahan setiap sekolah berbeda.
Kerjasama
dapat dilakukan jika masing-masing perpustakaan itu memiliki kesamaan dalam
format penulisan data katalog data.
Persoalan yang sering dihadapi dalam kerjasama tukar-menukar atau
penggabungan data adalah banyaknya data yang ditulis dengan suka-suka yaitu
tidak memperhatikan standar yang ada. Pekerjaan konversi data merupakan hal
yang membosankan dan memakan banyak waktu. Sering data katalog dalam
perpustakaan tidak menggunakan standar, hal ini banyak terjadi karena kurangnya
pemahaman akan manfaat standar penulisan data. Pertemuan-pertemuan mungkin
perlu sering diadakan diantara anggota-anggota jaringan perpustakaan untuk
menentukan standar-standar dan prosedur-prosedur yang digunakan bersama. Persoalan
lain dalam standardisasi format penulisan data katalog adalah bahasa.
Kebanyakan perpustakaan mengkoleksi materi yang menggunakan bahasa pengantar
berbeda-beda(Kosasih, 2009).
Sumber Daya
Manusia
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan
harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi
perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai
dengan kebutuhan perpustakaan sekolah.
Hal-hal
yang perlu diketahui oleh pustakawan dalam melakukan automasi perpustakaan:
1. Pustakawan dapat memehami ruang lingkup dan
unsur dari automasi perpustakaan.
2. Pustakawan dapat memahami dan dapat
mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang menyeluruh sebelum
merencanakan desain sistem.
3. Pustakawan mengerti dan dapat mengapresiasi
manfaat analisis sistem dan desain, implementasi evaluasi dan maintenance.
4. Pustakawan mengerti proses evaluasi software
sejalan dengan proposal sebelum menentukan sebuah sistem automasi.
5. Pustakawan dapat mengapresiasi pentingnya
pelatihan untuk staf dan keterlibatan mereka (Subrata, 2009).
Sistem
automasi selalu terhubung dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang
atau beberapa operator sebagai pengelola sistem.
Kireteria
operator automasi perpustakaan sekolah yaitu:
a.
Operator dapat menguasai komputer dan
jaringan computer sehingga dapat membuat jaringan yang sesuai kebutuhan
perpustakaan sekolah dengan dana yang tersedia.
b. Operator
dapat menguasai aplikasi yang diterapkan di perustkaan sekolah terutama bagian
yang dia kerjakan.
c. Menguasai
operating system sehingga dapat membuat dan mengubah sistem sistem bila ada
perubahan kebutuhan.
d. Operator
mempunyai pengetahuan perpustakaan secara keseluruhan terutama dalam bidang
teknologi informasi.
e. Operator
memahami tatakerja/manajemen perpustakaan yang ada dalam perpustakaan..sekolah.
f. Operator
mempunyai komitmen terhadap tugas sehingga dalam pekerjaanya mempunyai etos
kerja yang tinggi dan tujuan yang jelas.
g. Operator
mampu bekerja sama dengan organisasi atau perorangan sehingga pekerjaanya lebih
fleksibel dan mudah ditempatkan dimana saja.
h. Operator
mempunyai wawasan yang luas tertama dalam lingkup subjek bahan pustaka yang
dihadapi dan teknologi informasi.
i. Operator
selalu bersedia mengembangakan ilmu dan ketrampilannya baik formal maupu informal.
Tingkatan
Operator
Pada sistem automasi
perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung
jawabnya, yaitu :
1.
Supervisor.
Supervisor yaitu operator dengan
wewenang tertinggi. Supervisor dapat mengakses dan mengatur beberapa
konfigurasi dari sistem dan dapat melakukan proses auditing, Mengubah sistem automasi, menentukan wewenang
user.
2.
Operator
Administrasi mengatur proses:
a.
pendaftaran
anggota berupa identitas anggota, id anggota, masa berlaku, institusi, tipe
keanggtaan, dan waktu pendaftaran
b.
pelaporan
berupa daftar anggota, pelaporan pengadaan dan lain-lain
c.
Beberapa proses yang digunakan untuk urusan
administrasi misalnya pembuatan kartu, ekspor dan impor data
3.
Operator
Pengadaan dan Pengolahan yaitu mengatur proses
a. Proses pemasukan data berupa
identitas buku, klasifikaasi, nomor registrasi, dan pengaturan bahan pustaka
lainnya.
b. Proses finishing misalnya cetak
barcode, nomor register, pencetakan katalog, penampilan opac, lidah buku dan
label punggung.
4.
Operator
Sirkulasi
Operator ini berfungsi untuk
melayani pengguna yang melakukan peminjaman, pengembalian, memperpanjang bahan
pustaka, sejarah peminjaman, dan preservasi.
5.
Operator..Referensi
Operator referens melayani pengguna dengan mencarikan bahan referensi, melayani korespondensi via email, via forum di newsgroup, bimbingan pengguna, dll (Kosasih, 2009).
Operator referens melayani pengguna dengan mencarikan bahan referensi, melayani korespondensi via email, via forum di newsgroup, bimbingan pengguna, dll (Kosasih, 2009).
Kesimpulan
Automasi perpustakaan adalah software perpustakaan yang
merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik mengelola perpustakaan, Automasi yang baik untuk
perpustakan sekolah yaitu sesuai dengan visi misi dari sekolah, memudahkan
masyarakat sekolah dalam mencari informasi, sistemnya saling terintegarasi.
Tujuan automasi perpustakaan memudahkan
integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, memudahkan kerjasama dan pembentukan
jaringan perpustakaan, membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan,
memperluas jasa perpustakaan, memberi peluang untuk memasarkan jasa dan,
meningkatkan efisiensi
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan
TI akan memberikan manfaat yaitu memudahkan dalam pembuatan katalog, mudahkan
dalam layanan sirkulasi,memudahkan dalam penelusuran melalui katalog, menghemat
waktu, meningkatkan layanan perpustakaan. memudahkan dalam pembuatan laporan
statistik, menghemat biaya, kepentingan akreditasi, dapat menjamin pengelolaan
data administrasi perpustakaan.
Insfrastruktur automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi
untuk memudahkan perpustakaan dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi
meliputi perangkat automasi,
data, basis data, pengguna, manajemen sistem automasi,standar basis data
katalog, manual dan jaringan komputer
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan
harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi
perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai
dengan kebutuhan perpustakaan sekolah. Tingkatan Operator. Pada sistem automasi
perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung
jawabnya, yaitu supervisor, operator administrasi mengatur proses, operator
pengadaan dan pengolahan yaitu mengatur proses, operator sirkulasi, operator..referensi.
Daftar Rujukan
Febrian, F. 2002. Kamus Komputer dan Istilah Teknologi
Informasi. Bandung: Informatika Bandung.
Harmawan. 2008. Sistem Otoasi Perpustakaan, (file:///E:/semester%20II/2PTKI/UPT%20Perpustakaan%20Universitas
%20Sebelas%20Maret.htm),
diakses pada 16 September 2014.
Kosasih. 2009. Otomasi Perpustakaan Sekolah : sebuah pengenalan, (Online), dalam universitas Negeri Malang.(http://library.um.ac.id/images/
stories/pustakawan/karsasih/Otomasi%20Perpustakaan%2 0Sekolah.pdf),
diakses 16 September 2014
Lasa HS. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia.
Yogyakarta: Pustaka book publisher.
Subrata, Gatot.
2009. Automasi Perpustakaan, (Online), dalam Universitas Negeri Malang (http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/
kargto/ Automasi%20Perpustakaan.pdf) diakses 16 September 2014.
Vinsensia. 2009. Pengertian OtomasiPerpustakaan dan Komponen
Otomasi Perpustakaan, (http://vinsensiaretno.blogspot.com/2009/06/pengertian-otomasi-perpustakaan-dan.html), diakses pada 16 September 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar